Beda Cewe ma Cowo
Tuesday, January 10th, 2006Cewe berbeda dari Cowo
Itu jelas. Kalo Cowo mo ke toilet, biasanya dia pergi memang ada maksud dan
tujuannya yang jelas, yaitu buang air. Tapi Cewe ke toilet selain tujuan
utama, bisa aja ada tujuan lain, karena mo ngobrol atau pengen curhat sama
temen Cewe lainnya. Jadi jangan heran kalo Cewe sering ngajak-ngajak Cewe
lain kalo mo ke toilet. Coba kalo Andrew tiba-tiba bilang gini ke Joe,
"Joe, gue mo ke toilet, ikut yuk?" Apa nggak bakal bengong tampang para
pendengarnya…
Sebagian besar Cowo suka mendominasi remote control TV dan gonta-ganti
channel pas lagi iklan; padahal Cewe nggak apa-apa tuh kalo nonton iklan.
Kalo stress, Cewe nyari coklat dan pergi shopping; kalo Cowo stress, yang
ngerokok pasti langsung ngepul asapnya, kalo nggak bisa jadi marah-marah
atau malah diem aja.
"Cowo itu kurang sensitif, nggak ngasih perhatian, nggak dengerin kalo kita
lagi ngomong, nggak hangat, suka diem aja, nggak keliatan sayangnya, nggak
berani punya komitmen!"
"Cewe itu jarang yang bisa nyetir, kalo baca peta suka salah, suka bingung
sendiri lagi ada di mana, kalo ngomong nggak bisa berhenti, udah gitu nggak
ketauan maksudnya mo ngomongin apa, emangnya gue bisa baca pikirannya!"
Sounds familiar nggak sih? Banyak hubungan Cowo-Cewe yang jadi ruwet karena
Cowo nggak ngerti kenapa Cewe itu jalan pikirannya nggak bisa seperti Cowo,
dan Cewe berharap Cowo-Cowo itu bisa ngerti jalan pikiran Cewe. Nah,
berangkat dari ke-frustasi-an hubungan Cowo-Cewe di jaman modern ini,
sepasang suami-istri, Allan & Barbara Pease
mengumpulkan hasil riset dari segala penjuru dunia dan dirangkum dalam buku
mereka yang berjudul, "Why Men Don’t Listen & Women Can’t Read Map."
Inti dari buku tersebut adalah bahwa Cowo dan Cewe itu sebenernya telah
berevolusi secara fisik tapi masih membawa kebiasaan dari Cowo-Cewe jaman
purba. Pas jaman purba kan Cowo berburu, Cewe tinggal di gua. Cowo
melindungi, Cewe mengurus anak. Sebagai akibatnya, tubuh dan otaknya pun
berkembang mengikuti kebiasaan jaman purba ini. Selama jutaan tahun,
struktur otak Cowo dan Cewe terus berubah dengan caranya masing-masing.
Sampailah kita pada jaman modern ini, di mana ternyata Cowo dan Cewe itu
berbeda dalam memproses informasi yang masuk ke otaknya. Jalan pikirannya
memang berbeda.
Pengertiannya akansuatu hal pun berbeda. Persepsi, prioritas dan tingkah lakunya juga beda.
Kasus mentega di kulkas
Setiap Cewe di dunia pasti pernah mengalami ini. Kisahnya berawal dari Cowo
yang berdiri di depan kulkas yang terbuka.
Cowo : "Menteganya mana ya?"
Cewe : "Di dalem kulkas."
Cowo : "Nggak ada tuh…" - (sambil celingak-celinguk ke dalem kulkas.)
Cewe : "Kok bisa nggak ada? Dari dulu juga ditaruh di kulkas."
Cowo : "Mana? Nggak ada. Gue udah cari. Nggak ada apa-apa tuh di kulkas."
Terus si Cewe akhirnya harus ikutan ke dapur, ikutan ngelongok ke kulkas dan
secara ajaib bin sulap, tangannya udah megang mentega. Apa komentar
selanjutnya dari si Cowo? "Ditaruhnya di situ sih… terang aja tadi nggak keliatan!"
Kejadian semacam ini juga terulang kembali, ketika si Cowo mencari selai
Strawberry dan tidak ketemu. Dia hanya menemukan selai Nanas, padahal selai
Strawberry itu ada di belakang selai Nanas. Cowo kadang ngerasa Cewe suka
ngerjain mereka dengan cara ngumpetin barang-barang di laci atau lemari.
Baik itu mentega, selai, gunting, handphone, kunci mobil, kunci rumah, dompet
- semuanya sih sebenernya ada di situ.
Tapi entah kenapa mata Cowo kayaknya nggak bisa ngeliat.
Alasan sebenernya nih adalah karena Cewe punya jangkauan sudut pandangan
yang lebih besar daripada Cowo. Bila diukur dari hidung,bisa mencapai 45°
ke arah kiri-kanan-atas-bawah, bahkan ada yang mencapai 180°. Jadi Cewe bisa
liat isi kulkas atau lemari tanpa menggerakkan kepalanya.
Sementara Cowo kalo ngeliat sesuatu lebih terfokus dan otaknya memproses seolah mereka
ngeliat dalam terowongan yang panjang. Alhasil, mereka bisa ngeliat jelas
dan akurat apa yang ada tepat di depan mata dan jaraknya lebih jauh, hampir
mirip seperti ngeliat lewat teropong. Penelitian lain juga mengungkapkan
bahwa otak Cowo mencari kata M-E-N-T-E-G-A atau S-T-R-A-W-B-E-R-R-Y di kulkas.
Kalo kotak mentega atau botol selainya salah arah, udah nggak keliatan deh.
Makanya selama mencari kepalanya celingukan terus
karena berusaha menemukan benda yang ‘hilang’ tersebut. Sebenernya ada
implikasi lain dari perbedaan besar sudut pandang ini.
Dengan sudut pandang yang jauh lebih besar dari Cowo, mata Cewe bisa
Ngelaba tanpa perlu takut ketahuan.
Sementara kalo Cowo, udah pasti kena tuduh atau
ketangkep basah kalo matanya lagi jelalatan.
Penelitian mengungkapkan bahwa mata Cewe ngeliat bodi-bodi Cowo sama
seringnya, bahkan lebih sering, daripada Cowo ngeliatin bodi-bodi
Cewe. Tapi, dengan daya pandang yang jauh lebih superior, Cewe jarang
ketahuan…
Kenapa Cewe Bisa Ngomong Terus
Dalam struktur otak Cewe, kemampuan untuk berbicara terutama ada di bagian
depan otak kiri dan sebagian kecil di otak sebelah kanan.
Sementara buat Cowo, kemampuan berbicara dan bahasa itu bukan kemampuan
Otak yang kritis. Adanya pun cuma di otak kiri dan tidak ada area yang spesifik.
Jadi jangan heran kalau Cewe seneng ngomong dan banyak pula yang diomongin,
karena kedua belah otaknya mampu bekerja sekaligus.
Otak Cowo itu terkotak-kotak dan mampu memilah-milah informasi yang masuk.
Di malam hari, setelah seharian penuh aktivitas, Cowo bisa menyimpan
semuanya di otaknya. Sementara otak Cewe tidak bekerja seperti itu -
informasi atau masalah yang diterimanya akan terus berputar-putar dalam
otaknya. Dan ini nggak akan berhenti sampe dia
bisa mencurahkan isi otaknya alias curhat. Oleh sebab itu, kalo Cewe
bicara, tujuannya adalah untuk mengeluarkan uneg-unegnya, bukan untuk mencari
kesimpulan atau solusi.
Cewe juga berusaha membangun hubungan lewat pembicaraan. Rata-rata Cewe
Bisa bicara 20 ribu kata dalam sehari. Sementara Cowo hanya sekitar 7 ribu kata
sehari. Perbedaan ini kelihatan jelas ketika jam makan malam tiba. Cowo
sudah menghabiskan 7 ribu katanya dan nggak mood untuk bicara lebih lanjut.
Persediaan si Cewe tergantung dari apa yang sudah ia lakukan sepanjang
hari.
Kalau dia sudah banyak berbicara dengan orang lain hari itu, dia pun akan
sedikit berbicara.
Kalau dia tinggal di rumah saja, mungkin ia sudah menggunakan 3 ribuan
kata.
Masih ada 17 ribu lagi!
Cowo cuman bisa melakukan satu hal pada suatu waktu! Semua penelitian yang
ada menemukan bahwa otak Cowo lebih terspesialiasi, terbagi-bagi. Otak Cowo
berkembang sedemikian sehingga mereka hanya dapat
berkonsentrasi pada satu hal yang spesifik pada suatu saat, sehingga sering
mereka bilang mereka bisa ngerjain semuanya tapi ’satu-satu donk.’
Kalo Cowo minggirin mobil untuk baca peta, biasanya dia juga akan ngecilin
suara radio atau tape. Banyak Cewe yang bingung kenapa. Kan
bisa aja baca peta sambil denger radio dan bicara. Kenapa Cowo bersikeras
ngecilin suara TV kalo ada telepon? Atau kadang Cewe suka bingung "Kalo dia
lagi baca koran atau nonton TV, kok dia nggak bisa denger tadi gue bilang apa?"
Jawabannya adalah karena sedikit sekali
jaringan yang menghubungkan otak kiri dan kanan Cowo, sehingga kalo Cowo
yang lagi baca koran atau nonton TV di-scan otaknya, kita bakal tau bahwa
dia seketika itu juga jadi tuli. Sementara otak Cewe punya konstruksi yang
memungkinkan Cewe melakukan banyak hal sekaligus.
Cewe bisa melakukan banyak hal yang sama sekali nggak berhubungan pada
Waktu bersamaan, dan otaknya nggak pernah putus, selalu aktif!
Cewe bisa bicara di telpon, pada saat yang sama masak di dapur dan nonton
TV. Atau dia bisa nyetir, dandan, dengerin radio dan bicara lewat
hands-free. Bayangin aza si Epe yang lagi telp pake HP-nya terus sambil
melakukan sesuatu yang laen (misalnya makan atau masak).
Kalo dia cuma bisa melakukan 1 hal pada suatu waktu, wah gawat, bisa
kebakaran jenggot kali, nanti kerjanya cuma telpon terus dong, he he.
Lain halnya dengan Cowo, pernah terjadi juga kejadian begini. Si Cowo emang
udah lapar banget dan dia makan dengan lahapnya di meja makan.
Nah, kebetulan di atas meja itu ada beberapa surat yang hari itu dikirim
untuk setiap penghuni flat. Sambil si Cowo makan, tangannya membuka satu
amplop surat, maksudnya ingin makan sambil baca surat miliknya … tapi apa
yang terjadi, Cowo itu salah buka surat, dia buka surat orang lain, he he
he, bener-bener dah terbukti kalo "Man can’t do more than one task at the
same time."
Tapi karena Cewe bisa pakai 2 sisi otaknya secara bersamaan, banyak Cewe
yang bingung ngebedain kanan dari kiri. Sekitar 50% Cewe nggak bisa secara
langsung nunjuk mana kanan dan mana kiri kalau ditanya.
Tapi Cowo bisa secara langsung mengidentifikasi kanan dari kiri.
Sebagai akibatnya, Cewe sering dimarahin Cowo karena nyuruh mereka belokin
mobilnya ke kanan - padahal maksud mereka sebenernya adalah belok kiri.
Strategi ‘Sepatu Biru atau Emas’
Alkisah Anto dan Jenny sedang siap-siap untuk pergi ke pesta. Jenny baru
Aja beli baju baru dan pengen banget keliatan cantik. Dia pegang 2 pasang
sepatu, sepasang warna biru, sepasang warna emas. Lalu dia bertanya ke
Anto, dengan pertanyaan yang paling ditakutin Cowo, "To, yang mana yang musti
aku pake dengan baju ini ya?"
Keringet dingin Anto mulai keluar. Dia
Sadar sebentar lagi bisa muncul masalah.
"Ahh… umm… yang mana aja yang kamu suka Sayang," gitu jawab Anto.
"Ayo donk ,nto," kata Jenny lagi, nggak sabaran, "Yang mana yang keliatan
lebih bagus … yang biru atau yang emas?"
"Kayaknya yang emas deh!" jawab Anto, dengan gugup.
"Emangnya yang biru kenapa?" tuntut Jenny.
"Kamu emang dari dulu nggak pernah suka sama yang biru! Aku beli mahal-mahal dan kamu nggak suka, kan?"
Anto dalem hatinya mungkin udah dongkol, "Kalo nggak mau denger pendapatku,
kok tadi nanya!"
Anto pikir tadi dia disuruh menyelesaikan suatu masalah, tapi ketika
masalahnya sudah ia selesaikan, Jenny malah kesel. Jenny, tapinya,
sedang menggunakan bahasa yang tipikal Cewe alias cuman Cewe yang ngerti:
bahasa tidak langsung atau kerennya indirect speech.
Jenny sebenernya udah mutusin mo pake sepatu yang mana dan tidak sedang minta pendapat; yang dia inginkan adalah konfirmasi dari Anto bahwa ia terlihat cantik.
Memang Cewe kalo ngomong biasanya menggunakan indirect speech alias
memberikan isyarat tentang apa yang sebenarnya dia inginkan.
Tujuannya adalah untuk menghindari konflik atau konfrontasi sehingga bisa
terjalin hubungan yang harmonis satu sama lain. Indirect speech biasanya
menggunakan kata-kata seperti ‘kayaknya’, ’sepertinya’ dan sebagainya.
Ketika Cewe bicara menggunakan indirect speech ke Cewe lain, tidak pernah
ada masalah - Cewe lain cukup sensitive untuk mengerti maksud sebenarnya.
Tapi, bila dipakai untuk bicara dengan Cowo, bisa berakibat fatal. Cowo
menggunakan bahasa langsung ataudirect speech dan mereka mengambil makna sebenarnya dari apa yang orang lain katakan. Tapi sebetulnya dengan sedikit kesabaran dan banyak latihan, Cowo dan Cewe bisa kok belajar untuk mengerti satu sama lain.
Jadi kembali ke persoalan sepatu biru atau emas, bagaimana solusinya untuk kaum Cowo?
Sangatlah penting bagi kaum Cowo untuk tidak memberikan jawaban secara langsung.
Bila kita re-wind situasi tadi, ANto harusnya bertanya,
"Kamu udah milih yang mana, Sayang?"
Dan jawaban berikutnya biasanya, "Ehm… Aku pikir aku bisa pake yang emas
" karena memang pada kenyataannya Jenny udah milih yang emas.
"Kenapa yang emas?" tanya Anto, sambil tersenyum cerdik.
"Soalnya aku bakal pake asesoris warna emas dan bajuku ada pola keemasannya,
" demikian jawab Jenny.
Anto kemudian dengan yakin akan bisa menjawab, "Wow! Pilihan kamu bagus tuh Jen!
Kamu bakal keliatan paling cantik nanti!" Dijamin malam itu Anto akan sangat bahagia.
Masih inget kan betapa frustasinya manusia terhadap pasangan lain jenisnya??
Nah tapi sebetulnya dalam hati kita tuh masih butuh pasangan loh.
Apalagi Tuhan sendiri kan yang pernah bilang, "Tidak baik kalau manusia
sendirian saja." Jadi dalam perjalanan hidupnya manusia terus mencari siapa
pasangan yang paling cocok untuk dirinya, supaya bisa terus bersama-sama
dalam jangka waktu yang panjang alias seumur hidup…
Sebetulnya apa sih yang kita inginkan?
Dalam suatu survey yang melibatkan lebih dari 15 ribu Cewe dan Cowo umur
17 - 60 tahun, terungkap apa yang Cewe inginkan dari partner long-termnya
dan apa yang Cowo pikir Cewe inginkan.
A. Yang Cewe inginkan:
1. Kepribadian
2. Humor
3. Sensitivitas
4. Kepandaian
5. Bodi yang bagus
B.Yang Cowo pikir Cewe inginkan:
1. Kepribadian
2. Bodi yang bagus
3. Humor
4. Sensitivitas
5. Wajah yang tampan
Studi ini menunjukkan bahwa Cowo sebenernya cukup mengerti apa yang
Cewe-Cewe inginkan.
Sekarang kita lihat apa yang Cowo inginkan dan apa yang Cewe pikir Cowo inginkan.
C. Yang Cowo inginkan:
1. Kepribadian
2. Wajah yang cantik
3. Kepandaian
4. Humor
5. Bodi yang bagus
D. Yang Cewe pikir Cowo inginkan:
1. Wajah yang cantik
2. Bodi yang bagus
3. Dada yang besar
4. Pantat yang ok
5. Kepribadian
Ternyata Cewe kurang tahu kriteria yang Cowo-cowo inginkan sebagai partner
hidupnya. Cewe membuat asumsi berdasarkan tingkah laku yang
mereka lihat atau dengar tentang Cowo, yaitu Cowo yang matanya terbelalak
dan mulutnya terbuka kalau melihat bodi Cewe.
Daftar A adalah kriteria jangka pendek dan panjang dari apa yang Cewe
inginkan dari pasangannya.
Sementara untuk Cowo, daftar D adalah apa yang dia cari pertama kali ketika bertemu dengan Cewe, tapi daftar C adalah apa yang dia cari untuk hubungan jangka-panjang.
Jadi gimana donk???
Jadi bisa disimpulkan kalo Cowo-Cewe itu memang makhluk paling unik yang
Tuhan ciptakan, dan butuh pengertian dari kedua pihak supaya komunikasi dan
hubungan cintanya bisa langgeng.
Ada beberapa tips khusus nih:
Buat Cowo:
1. Buatlah lingkungan yang nyaman kalo lagi pengen mesra-mesraan.
Cewe sensitif terhadap lingkungannya dan hormon estrogennya membuatnya
sensitif terhadap cahaya. Ruangan yang agak redup membuat pupil mata
mengecil, jadi orang bisa terlihat lebih menarik dan kulit- kulit yang
kurang mulus atau berjerawat tidak jelas terlihat.
Pendengaran Cewe yang tajam berarti perlu musik yang tepat. Tempatnya pun
harus bersih, yang tidak mudah diinterupsi orang lain.
2. Ajak makan.
Sejak jaman purbakala Cowo sudah bertindak sebagai pencari makan, maka
sewajarnyalah membawa Cewe pergi makan bisa membangkitkan
perasaan Cewe. Mengajak Cewe makan malam adalah peristiwa penting untuk
Cewe, walaupun dia sebenarnya nggak laper atau pura2 nggak laper, karena
penyediaan makanan menunjukkan perhatian Cowo terhadap kesejahteraan dan
kelangsungan hidupnya.
3. Bawalah bunga.
Kebanyakan Cowo tidak mengerti kekuatan dari seikat bunga segar.
Mereka pikir, "Ngapain ngeluarin uang untuk sesuatu yang bakal mati dan
dibuang dalam beberapa hari?" Lebih logis buat Cowo untuk memberikan pohon
dalam pot karena, dengan perhatian dan perawatan,
pohon akan hidup - bahkan bisa dapet untung lagi! Seperti jualan mangga,
duren, dsb. Tapi, Cewe tidak melihatnya seperti ini - dia pengen seikat
bunga segar sebagai tanda bahwa si Cowo punya perhatian
untuknya. Setelah beberapa hari, memang bunganya akan mati dan dibuang,
tapi ini memberikan kesempatan untuk si Cowo membeli seikat lagi dan memberikan
perhatian lagi ke Cewenya.
4. Bahasa tidak langsung.
Indirect speech adalah bagian dari Cewe dan untuk membangun hubungan dengan
Cewe, Cowo perlu mendengarkan dengan efektif, sambil mengeluarkan ‘bunyi
mendengarkan’ seperti "O…," "Ehm", dan bahasa tubuh yang tepat. Tidak
usah memberikan pendapat atau solusi atau kelihatan bingung. Kalau Cewe pengen
curhat karena punya masalah,
teknik yang harus dipakai Cowo adalah dengan bertanya, "Kamu mau aku
mendengar sebagai Cowo atau Cewe?" kalau dia bilang sebagai Cewe, dengarkan
aja dan beri dukungan moral. Kalau dia bilang sebagai Cowo, bolehlah
tawarkan beberapa solusi.
Buat Cewe:
1. Jangan interupsi kalau Cowo lagi ngomong.
Kalau ingin berkomunikasi dengan Cowo, strategi jitunya adalah jangan
menginterupsi kalau dia sedang berbicara. Sebenarnya ini sulit sekali untuk
Cewe, karena buat Cewe ngomong rame-rame itu membangun hubungan dengan
sesama dan menunjukkan partisipasi. Cewe juga terdorong untuk
mengalihkan pembicaraan supaya si Cowo kagum dengan pengetahuannya yang
luas atau untuk membuat Cowo merasa penting. Padahal kalimat-
kalimat yang dikatakan Cowo biasanya berorientasi pada suatu solusi dan dia
perlu menyelesaikan kalimatnya, kalau tidak pembicaraan tersebut akan
kehilangan maknanya.
2. Bahasa langsung.
Supaya mendapat perhatian dari Cowo, beritahukan apa yang ingin dibicarakan
dan kapan, dengan kata lain buatlah agenda.
Contohnya: "Aku ingin bicara sama kamu soal menangani masalah dengan bosku
di kantor. Apakah kita bisa bicara setelah makan jam 7 malam nanti?" Ini
lebih menarik untuk Cowo, membuatnya merasa dihargai!
Diam saja atau menggunakan bahasa tidak langsung hanya akan membuat Cowo
merasa disalahkan dan mereka menjadi defensif.
3. Bagaimana memotivasi Cowo.
Cewe biasanya menggunakan kata "bisa": "Kamu bisa telpon aku nanti malam?"
"Kamu bisa jemput aku?" Ini akan diterjemahkan Cowo sebagai
tantangan apakah dia bisa melakukannya atau tidak, tapi sama sekali tidak
ada komitmen untuk melakukannya. Mereka kadang merasa dimanipulasi dan
terpaksa memberikan jawaban "ya". Untuk memotivasi Cowo, gunakan pertanyaan
langsung untuk mendapatkan komitmennya.
Contohnya, "Nanti malam kamu telpon aku kan?" menuntut komitmen untuk malam
ini dan Cowo harus menjawab "ya" atau "tidak."
4. Cowo tidak suka diberi nasihat.
Cowo perlu merasa bahwa ia mampu memecahkan masalahnya sendiri.
Mendiskusikan masalah dengan orang lain akan membebani orang tersebut. Dia
bahkan tidak akan menceritakan masalahnya dengan
temannya, kecuali jika dia pikir temannya punya solusi yang lebih baik.
Ketika Cewe berusaha membuat Cowo menceritakan masalahnya, Cowo
menolak karena ia melihatnya sebagai sikap mengkritik, atau ia merasa bahwa
Cewe itu menganggapnya tidak kompeten dan ia punya solusi yang lebih baik
dari si Cowo. Padahal kenyataannya, maksud si Cewe adalah untuk membuatnya
merasa lebih baik dan sama sekali bukan tanda-tanda
kelemahan. Jadi jangan beri nasihat ke Cowo kecuali diminta. Katakan saja
bahwa kamu yakin dia mampu menyelesaikan masalahnya.